Rabu, 07 Desember 2016

Komplek L, Majlis Maulid Nabi Sudah Dimulai di Blok Ndalem Atas

Rafii


YOGYAKARTA - Senin (5/12), Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek L telah mengadakan majlis maulid nabi yang dimulai dari bloknya masing-masing.  Dari delapan blok yang ada, baru dimulai di blok Ndalem Atas yang tepat berada diatas rumah romo yai sendiri. Acara ini sudah menjadi agenda pengurus dalam satu periode untuk mengaakan acara maulid tersebut. 
 Jumlah jamaah yang hadir sekitar 20 orang yang terkumpul dari tiga kamar. Majlis ini juga sudah dimulai dari hari kemarin tepatnya pada tanggal (4/12) dan akan terus diadakan setiap hari sampai pada tanggal puncaknya yaitu tanggal (12/12) yang bertepatan dengan tanggal 12 Rabi’ul Awwal sebagai tanggal lahirnya Nabi Muhammad SAW. Acaranya cukup meriah dan berjalan lancer dengan penuh khidmat karena merasakan kenikmatan dari bacaan yang mereka lantunkan.
Ada empat kitab yang dipakai untuk mengisi acara ini diantaranya kitab Al-Barzanji, Simtu Ad-Duror, Burdah, dan kitab Ad-Diba’i. Dua hari acara berlangsung baru kitab Ad-Diba’i karangan Imam Jalil ‘Abdurrohman Ad-Diba’i sebagai pedomannya dan akan terus bergilir sampai tanggal 12/12 yang telah di agendakan.
Azhar Annas, selaku santri dan ketua pengurus blok mengatakan bahwa acara ini akan terus berlangsung sampai puncaknya dan semoga dengan adanya acara ini semua santri bisa mengetahui sejarah Nabi Muhammad SAW sebagai panutan kehidupan untuk umat manusia. Ia juga menambahkan dengan membaca kitab-kitab tersebut semoga kita deberikan kenikmatan hidup di dunia dan akhirat. (Lukim).

Selasa, 18 Oktober 2016

Menyambut Hari Santri Nasional 1438 H / 2016 M

Rafii
Peringatan Hari Santri pada 22 Oktober 2016 merupakan momen penting bagi bangsa Indonesia. Karena itu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengadakan sejumlah kegiatan untuk menyambut Hari Santri tersebut, salah satunya Kirab Resolusi Jihad. Kirab Resolusi Jihad ini diawali dari ujung timur, Jawa Timur. Lebih tepatnya di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Kabupaten Banyuwangi. Kirab tersebut sudah dimulai sejak pembukaan nya yang sudah telaksana sejak 13 Oktober 2016 kemarin.

Tepatnya 4 hari setelah pembukaan kirab tersebut, para rombongan pada akhirnya bersinggah di kota penuh budaya, Yogyakarta, dan singgah sementara waktu di pondok tercinta kita, Pondok Pesantren Al Munawwir. Para rombongan datang dengan beberapa bus di lapangan SMP Ali Maksum, dan langsung disambut seluruh santriwan dan santriwati dari berbagai komplek, antara lain Nurussalam, Komplek Q, Komplek L, dan masih banyak santri dari berbagai komplek lainnya. Penyambutan ini dilaksanakan satu jalan penuh hingga menuju kompleks Ponpes Al-Munawwir pusat. Ada juga iring-iringan marching band. Berikut beberapa dokumentasi yang sempat kami abadikan :












Sabtu, 01 Oktober 2016

Komplek Meeting 1438 H

Rafii

Datangnya bulan Muharram disambut dengan tradisi yang sudah berlanjut lama di Pondok Pesantren Al-Munawwir, yakni diadakannya Komplek Meeting, yaitu perlombaan antar kompleks selama beberapa minggu ke depan. Kegiatan yang diikuti oleh sebagian besar seluruh santriwan maupun santriwati ini untuk mewakili kompleksnya masing-masing. Kegiatan ini berlangsung sangatlah meriah.

bersambung..




Blok Meeting 2016 / 1437 H

Rafii
Dalam menyambut datangnya bulan Muharram, tradisi yang sudah berlanjut lama, Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek L mengadakan Blok Meeting, yaitu perlombaan antar blok (kamar) selama 9 hari. Kegiatan yang diikuti oleh sebagian besar seluruh santri yang mewakili bloknya itu berlangsung dengan meriah. Dibuka seteleah Jam'iyah Diba'iyah pada Kamis Malam Jum'at, 22 September 2016. Setelah pembukaan, perlombaan pertama dibuka dengan pertandingan panco yang berlangsung dramatis di tengah guyuran hujan, tak mematahkan semangat para delegasi blok agar bisa memenangkan panco malam itu juga.
Kamis, 22/08/16. Pondok pesantren komplek L membuka kegiatan yang sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun, yaitu kegiatan Blok Meeting yang diadakan menjelang pelaksanaan kegitan Muharoman di Pondok Pusat Pesantren Al-Munawwir. Kegiatan ini sebagai ajang seleksifitas dalam penyaringan bakat untuk dikirimkan ke tingkat yang paling tinggi lagi yaitu kegiatan Komplek Meeting yang diselenggarakan oleh pengurus pusat Pondok Pesantren Al-Munawwir.
 Kegiatan Blok Meeting ini menyajikan berbagai perlombaan yang sudah ditetapkan oleh pengurus pusat, akan tetapi pada tahun ini ada satu perlombaan menarik yang ditambahkan dalam kegiatan tersebut yang hanya ada di Komplek L saja, yaitu pembacaan puisi. Pembacan puisi ini sengaja diadakan supaya menumbuhkan kembali jiwa sastrawan dikalangan santri khususnya di Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek L. karena banyak santri maupun santriwati yang mempunyai bakat dalam bidang perpuisian. Akan tetapi, belum mempunyai wadah untuk mengekpresikan bakat tersebut.
Dalam pelaksanaanya ada beberapa permasalahan yang sangat transparan yaitu ketidak sesuian jadwal yang telah ditetapkan. Misalnya perlombaan kaligrafi dan MTQ yang seharusnya dilaksanakan pada hari jum’at kemudian diundur menjadi hari selasa dan rabu (27,28). Salah satu faktor penyebabnya karena bertabrakan kegiatan dengan acara wisuda khotmil qur’an yang diselengaran oleh Pondok Pesantren Al-Munawwir Glajo, Kadilajo, Klaten yang di asuh oleh KH. Hafidz Tanwir.
Benar apa yang dikatakan Ust. Agus Qusyairi bahwa ini menjadi pelajaran bagi panitia yang pertama dalam komunikasi antara panitia dan pengurus terkait dengan penyelarasan jadwal sehingga tidak ada jadwal yang bertabrakan antara kegiatan satu dan yang lainnya. Terus yang kedua, ini pelajaran juga untuk kita semua jika menyelenggarakan sebuah even dipersiapkan terlebih dahulu secara matang tidak asal-asalan.  seminggu sebelum kegiatan baru disusun kepanitiaan dan itu semuanya bukan bentuk dari kesiapan dan keseriusan dalam menyelenggarakan suatu even. Tuturnya.
Lutfi Laudza’i selaku lurah Komplek L memberikan pandangannya bahwa saya tetap mengapresiasi kepada panitia, bagaimanapun itu kalau dipersentasekan antara kesuksesan dan kegagalan pasti lebih banyak keberhasilannya. akan tetapi kegagalan itu harus kita evaluasi bersama karena memang ada kurangnya komunikasi diantara kepanitiaan sendiri. Dia pun menambahkan, untuk kedepannya jika perlombaanya banyak tetapi tidak sesuai dengan kondisi sebaiknya perlombaannya dikurangi. - (Lukim/El-Tasriih)

Senin, 26 September 2016

Orientasi dan Pengenalan Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek L 2016 / 1437 H

Rafii

Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek L adakan Orientasi dan Pengenalan Pesantren selama 4 hari, kegiatan yang diikuti oleh sedikitnya 35 santri itu berlangsung dengan meriah, sambutan Ketua RT setempat mengawali proses pembukaan OSPEP 2016 Komplek L, Perkenalan Panitia menjadi acara selanjutnya sebelum masuk ke beberapa materi yang berhubungan dengan santri dan pondok pesantren pada 2 malam pertama, seperti Kepesantrenan, Living Qur’an, diskusi tanya jawabpun berlangsung setelah penyampaian materi selain itu santri juga diberikan tugas oleh panitia antara lain membuat resume pada materi yang disampaikan, agar santri benar-benar memperhatikan materi. Tugas lain yang diberikan panitia kepada peserta OSPEP juga diantaranya meminta tanda tangan Santri lama selain Panitia dan beberapa Asatidz agar lebih akrab dan terjalin silaturahmi.

Tidak hanya itu, banyak keseruan lainya yang terdapat pada OSPEP Komplek L, beberapa Lomba diantaranya yaitu Yel-yel terbaik, Santri Terbaik, Lomba Masak, Stand up Comedy, Drama, Adzan, MHQ, dan masih banyak lomba khas santri lainya yang diadakan pada malam ketiga dan keempat. Selama OSPEP berlangsung, santri diwajibkan tidur di Mushola Al-Mubarok, agar mempermudah dalam membangunkanya, karena salah satu Agenda OSPEP yaitu Sholat malam, Dzikir, dan Membaca qur’an di sepertiga malam terakhir.

Kegiatan yang tidak kalah menariknya adalah bakti sosial kepada warga sekitar komplek L, sebelumnya santri OSPEP memang selain diwajibkan memakai atribut yang telah ditentukan oleh panitia, mereka juga diwajibkan untuk membawa sembilan bahan pokok (Sembako) yang nantinya akan diberikan kepada warga sekitar komplek L dengan berkoordinasi lewat ketua RT, mereka diajarkan untuk saling berbagi kepada sesama.

Menurut Ketua Panitia OSPEP, Mustofa “Pekan Taaruf itu bukan suatu pembebanan tradisi tiap tahunan. Tapi belajar bagaimana syiar islam dengan bahasa seni. Misal dengan berdrama, stand up comedy, sampai belajar memasak yang disitu ada ciri khas seseorang yang berilmu arif. Artinya kearifan orang beragama tidak intern disuatu komunitas pesantren saja. Namun santri bisa masuk dalam tantangan zaman pada segala kondisi lingkungan apapun” dia juga berpesan kepada santri agar mulai belajar membaca keadaan, mengenalkan islam tidak hanya pada suatu madrasah khusyuk pesantren, tapi bisa melalui sosial media dan tempat-tempat menulis lainya. Terus semangat untuk memerangi ketidaktahuan kita. Semoga ilmunya manfaat dan dapat barokahnya para masyayikh kita, Amin.
 
Puncak acara OSPEP yaitu pada malam ke-empat, dimana Mauidzotul Khasanah yang diisi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Mlangi, beliau bercerita mengenai pengalaman hidup dan memberikan beberapa pesan penting kepada santri agar nantinya menjadi orang yang sukses. Selanjutnya Penutupan OSPEP 2016 diserahkan kepada Romo Kyai H. Muhammad Munawwar Ahmad selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir komplek L, Agenda yang tidak kalah penting adalah pengumuman Kelompok Terbaik dan Santri terbaik OSPEP 2016 Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek L, kegiatan OSPEP 2016 ditutup dengan makan bersama seluruh Santri dan Panitia.